- 
English
 - 
en
Indonesian
 - 
id

Cermin Hati: Memahami Proyeksi Hidup Manusia

1 year ago

< 1 min read

Seorang hamba yang dirahmati oleh Allah maka ke dalam qalb-nya akan dipancarkan cahaya kuasa-Nya, sehingga dia bisa menampilkan segala yang ada di dalam qalb tersebut.

Sesungguhnya, dunia yang dihadapi seseorang itu tiada lain merupakan gambaran dari kondisi hatinya sendiri.

Di tingkat fenomena, proyeksi dari hati itu bisa berupa kesialan, musibah, atau kemudahan dan kebahagiaan. Akan tetapi manusia biasanya cenderung menunjuk orang atau melemparkan kesalahan kepada sesuatu di luar dirinya, alih-alih berintrospeksi ke dalam diri.

Padahal fenomena yang tampak di sekitar kita itu bagaikan layar tiga dimensi dari hati kita masing-masing, dan itulah warna kehidupan yang menimpa setiap manusia.

Jadi, jika kita murung, maka jangan salahkan Allah. Seharusnya kitalah yang berusaha memahami ihwal “hidup ini sebenarnya apa?”

Bukan masalah benar atau salahnya, tapi hendaklah kita belajar memahami mekanisme hidup manusia.

Setiap warna kehidupan yang terpancar tentu akan dibaca secara subjektif oleh setiap individu. Adapun Allah Ta’ala, semenjak dari awal sampai hari akhir nanti, hanya memancarkan cahaya kasih-Nya yang selalu sama.

Jadi, daripada menunjuk-nunjuk hidung orang lain, mencari kambing hitam serta menyimpan amarah atau benci kepada seseorang, lebih baik energi yang ada itu dipakai untuk membaca kondisi hati kita sendiri per saat ini.

Itu akan lebih meringankan hati.

( Z A J T )

: : : : : : : : :

Datang, datanglah.
Tak akan kau temukan satu pun sahabat seperti-Ku.
Di mana lagi, di seluruh semesta, ada kekasih yang seperti Aku.
Datang, datanglah.
Jangan habiskan umurmu hilir mudik ke sana kemari.

— Mawlana Jalaluddin Rumi (qs)

Bagikan postingan ini

Copy Title and Content
Content has been copied.

Baca lebih lanjut

Postingan Terkait

Temukan koleksi postingan blog yang penuh wawasan dan menarik.

Kisah Layla & Majnun

Kisah ini ditulis oleh Nizami Ganjavi (nama pena) karena berasal dari daerah Gans, Azerbaijan, nama aslinya adalah Jamaluddin Ilyas bin Yusuf bin Zakky. Ia merupakan

Religi

Nama Dzat: Allah

Nama Dzat adalah lafazh Allāh. Allah Ta’ālā berfirman, اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah.” (QS. Thaha [20]: 14) Allah Ta’ālā juga berfirman, قُلِ

Religi

Memandang Wajah Mulia Sang Kekasih

Di akhirat, Allah Ta’ala akan memuliakan hamba-hamba-Nya yang beriman dengan memberi mereka kesempatan untuk melihat wajah mulia-Nya dengan mata kepala, setelah mereka masuk surga dan

Religi

April 19

Salam 👋

Apakah ada yang bisa kami bantu?