Kalimat Tauhid dan Lima Aspek Penting dalam Bertauhid
Bertauhid umumnya dipahami sebagai pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah, yang diungkapkan melalui kalimat Lâ ilâha illallâh dengan keyakinan penuh akan maknanya. Namun, dalam perspektif
Bertauhid umumnya dipahami sebagai pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah, yang diungkapkan melalui kalimat Lâ ilâha illallâh dengan keyakinan penuh akan maknanya. Namun, dalam perspektif
Sejarah mencatat berbagai cara yang dilakukan manusia untuk mengekspresikan keimanan mereka. Ada yang menyembah Allah semata, tetapi ada pula yang menyembah berhala, meyakini Allah sebagai
Beberapa tokoh yang mengklaim sebagai pendaku Salafi berpendapat bahwa kaum musyrikin pada masa jahiliyah sebenarnya bertauhid saat mengalami kesusahan, dan mereka kembali kepada syirik saat
Hari kiamat merupakan momen yang sangat penting dalam ajaran Islam, di mana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kubur dan digiring ke padang mahsyar. Proses ini
Ilmu tentang Tuhan (ketuhanan) dikenal dengan istilah teologi. Dalam konteks Islam, ilmu ini disebut Ilmu Kalam atau Ilmu Tauhid. Bagi kalangan Ahlussunnah wal Jamaah, mempelajari
Aqidah kaum Muslimin yang diajarkan oleh Allah dalam Al-Qur’an menyatakan bahwa Nabi Isa (AS) masih hidup dan belum meninggal dunia. Allah menceritakan makar orang Yahudi
Dalam Kitab Kasyifatus Saja, syarah Kitab Safînatun Naja, Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan tentang tingkatan-tingkatan iman kepada Allah. Sebelum membahas lebih lanjut, penting untuk memahami pengertian
Masalah keramat para wali sering kali memicu perdebatan yang berkepanjangan. Sebagian orang menganggap kepercayaan terhadap keramat para wali sebagai bentuk kemusyrikan. Di sisi lain, banyak
Dalam diskusi mengenai bid’ah, nama Imam asy-Syatibi sering kali muncul sebagai rujukan utama. Beliau adalah seorang ulama terkemuka dalam bidang ushul fiqh yang bermazhab Malikiyah.
Dalam aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, khususnya Asy’ariyah dan Maturidiyah, ditegaskan bahwa Allah (SWT) ada tanpa arah dan tempat. Dzat Allah (SWT) bukanlah jism (sesuatu yang
Konsep Nur Muhammad merujuk kepada makhluk pertama yang diciptakan oleh Allah sebelum segala sesuatu. Dalam kitab Qashidah Barzanji yang ditulis oleh As-Sayyid Ja‘far, istilah ini
Dalam pandangan sebagian orang, Nabi Muhammad (SAW) dianggap sebagai nabi pertama yang membawa agama Islam, sementara nabi-nabi sebelumnya seperti Nabi Ibrahim (AS), Nabi Musa (AS),
Allah (SWT) adalah sosok yang sangat luar biasa, dengan beragam sifat yang sempurna. Dalam bahasa Indonesia, sifat-sifat-Nya sering dilambangkan dengan awalan “Maha”, yang menunjukkan kesempurnaan
Perjalanan dakwah para nabi selalu menyimpan kisah yang menarik dan penuh pelajaran. Salah satu yang patut dicermati adalah perjuangan Nabi Ibrahim (AS) dalam membela agama
Sejak lama, para ateis atau pengingkar keberadaan Tuhan berusaha menimbulkan keraguan di kalangan orang beriman dengan menyajikan pertanyaan-pertanyaan yang tampaknya sulit dijawab. Mereka meminta bukti
Di Indonesia, sering kali kita menyaksikan penolakan dari sebagian umat Muslim terhadap lagu kebangsaan, Indonesia Raya, atau sikap berdiri saat lagu tersebut dinyanyikan. Penolakan ini
Dalam tradisi Asy’ariyah yang menjadi dasar teologi Ahlussunnah wal Jamaah, konsep al-wala wal bara sering kali menjadi perdebatan. Para ulama Aswaja umumnya tidak memasukkan al-wala
Al-wala secara harfiah berarti loyalitas, sedangkan al-bara berarti berlepas diri. Dalam ajaran Islam, umat Muslim diperintahkan untuk menunjukkan loyalitas kepada sesama Muslim dan dilarang untuk
Dalam interaksi sehari-hari, terkadang kita mendengar ungkapan yang menyebut Allah sebagai “orang”, seperti dalam kalimat “tidak ada orang yang bisa menolongmu kecuali Allah” atau “Allah
Sebagian kelompok mengklaim bahwa para ulama telah mencapai konsensus (ijmak) bahwa Allah berada di langit dalam arti fisik. Pernyataan ini ada yang disampaikan secara jelas
Salam 👋
Apakah ada yang bisa kami bantu?