- 
English
 - 
en
Indonesian
 - 
id

Dzikrul Maut: Mengingat Mati

2 years ago

< 1 min read

Dzikrul maut (mengingat mati) adalah bersegera memeriksa isi hati, apakah masih terdapat penyakit-penyakit hati yg akan menyulitkan kehidupan kita di alam barzakh, perbanyak beristighfar dan sempurnakan taubat kepada Allah, berjuang untuk meraih ketakwaan hati agar Allah beri taufik untuk mengerjakan amal-amal shalih yg Allah ridhai yg menjadi bekal untuk perjalanan di alam berikutnya.

Tidak ada yg lebih dekat dengan setiap kita selain dari kematian, dan tidak ada kematian yg lebih dibenci selain dari kematian yg tiba-tiba, yg membuat kita tidak bisa melakukan persiapan untuk menghadapinya dan tidak sempat menyiapkan bekal perjalanan.

25 Rabi’ul Awwal 1446
28 September 2024

Bagikan postingan ini

Copy Title and Content
Content has been copied.

Baca lebih lanjut

Postingan Terkait

Temukan koleksi postingan blog yang penuh wawasan dan menarik.

Pencarian Utama Kehidupan

“Orang yang selama di dunia berusaha mencari kenikmatan makrifat dan ahwal serta nikmat penglihatan (musyahadah) dan kedekatan di akhirat, maka mereka sebaik-baik pencari. Sebab tujuan

Kalam

Percaya dan Terus Melangkah

“Jangan khawatir. Selama kamu berusaha sebaik mungkin, Allah akan mengurus sisanya. Percayalah kepada-Nya dan teruslah melangkah maju.” — Mawlana Syaikh Nazim Adil Al Haqqani (q)

Kalam

Tanpa Batas

“Aku bukan dari Timur ataupun Barat. Tak ada garis batasnya dalam dadaku.” — Mawlana Jalaluddin Rumi (qs)

Kalam

Cinta dan Pengorbanan

“Sangatlah wajar jika orang yang bercinta selalu memberi yang lebih untuk kekasihnya. Begitulah Allah Ta’ala memberikan yang lebih kepada Rasulullah.” — KH. Ahmad Zuhdiannoor

Kalam

Yaa Rabb

“Kata ‘Yaa Rabb’ tetap menjadi kata yang paling menyentuh hati orang yang kesusahan, karena dia tahu dengan pasti bahwa hanya Tuhan yang akan menyelamatkannya, bukan

Kalam

Kebangkitan Bangsa

“It is not by gold money that a nation rises to its feet. A nation that does not say Bismillah, even diamonds rain on them,

Kalam

Diam

“Diam bukan berarti tidak mampu menjawab. Diam memiliki dua tujuan: mengabaikan hal-hal sepele yang diangkat. Dan melihat tidak adanya manfaat dalam percakapan.” — Sidi Sheikh

Kalam

Menerima Semua Orang

Jika kalian ingin mengikuti seorang yang baik, maka orang yang baik itu haruslah orang yang tidak menolak orang ini, orang yang tidak mengusir orang itu,

Kalam

May 9

Salam 👋

Apakah ada yang bisa kami bantu?