- 
English
 - 
en
Indonesian
 - 
id

Dialog Sayyidina Ali bin Abi Thalib dengan Penghuni Kubur

1 year ago

< 1 min read

Said bin Musayyab menceritakan bahwa ia dan para sahabat menziarahi makam-makam di Madinah bersama Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra.

Kemudian Sayyidina Ali bin Abi Thalib berseru, “Wahai para penghuni kubur, semoga selamat dan rahmat dari Allah senantiasa tercurah kepada kalian. Beritahukanlah keadaan kalian kepada kami, atau kami akan memberitahukan keadaan kami kepada kalian.”

Lalu terdengar jawaban, “Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah senantiasa tercurah untukmu, wahai Amirul Mu‘minin. Kabarkan kepada kami tentang hal-hal yang terjadi setelah kami.”

Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata, “Istri-istri kalian sudah menikah lagi, kekayaan kalian sudah dibagi-bagi, anak-anak kalian berkumpul dalam kelompok anak-anak yatim, bangunan-bangunan yang kalian dirikan sudah ditempati musuh-musuh kalian. Inilah kabar dari kami. Lalu bagaimana kabar kalian?”

Lalu terdengar suara, “Kain kafan kami telah koyak, rambut telah rontok, kulit mengelupas, biji mata terlepas di atas pipi, hidung mengalirkan darah dan nanah. Kami mendapatkan pahala atas kebaikan yang kami lakukan dan mendapatkan kerugian atas kewajiban yang kami tinggalkan. Kami bertanggung jawab atas perbuatan kami.”

(Diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi)

Bagikan postingan ini

Copy Title and Content
Content has been copied.

Baca lebih lanjut

Postingan Terkait

Temukan koleksi postingan blog yang penuh wawasan dan menarik.

Apa yang Kita Cari

Dengan tandas Maulana Jalaluddin Rumi (qs) mengatakan: “Di hadapan Tuhan, pendek kata, segala yang merupakan tujuan kita adalah nama kita yang sebenarnya.” … dan di

Religi

Matikan Dirimu Sebelum Kamu Mati

Nabi Muhammad bersabda: “Mutu Qabla An Tamautu,” yang berarti “Matikan dirimu sebelum kamu mati.” Abu Mu’jam mengatakan, “Barangsiapa yang tidak merasa mati, niscaya dia tidak

Religi

Kebaktian Tiga Butir Kurma

“Memberi di saat sedang berada dalam kelapangan adalah kewajiban. Memberi di saat sedang berada dalam kesempitan adalah kebaktian (al-birr).” — Z A J T :

Religi

April 17

Salam 👋

Apakah ada yang bisa kami bantu?