- 
English
 - 
en
Indonesian
 - 
id

Refleksi Kehidupan: Dunia dan Akhirat

2 years ago

< 1 min read

Setelah kematian, engkau akan menyendiri bersama apa yang telah kau kumpulkan dengan hati: rahasia dan batinmu

Kehidupan dunia itu sampai pada batas yang telah ditentukan, sedangkan akhirat itu tanpa batas.

Hidupmu di dunia itu sampai waktu yang ditetapkan, sedangkan hidupmu di akhirat itu tidak dibatasi waktu.

Bersungguh-sungguhlah agar kehidupanmu dipenuhi ketaatan.

Apabila engkau dapat melakukan hal tersebut, maka kau akan bertemu dengan Tuhanmu

— Sayyidi Syaikh Abdul Qadir Jailani (qs.)

: : : : : : :

“Engkau mengejar dunia dan segala kesenangannya padahal dunia adalah hukuman bagi Adam.”

— Imam Hasan Al-Bashri (qs)

Bagikan postingan ini

Copy Title and Content
Content has been copied.

Baca lebih lanjut

Postingan Terkait

Temukan koleksi postingan blog yang penuh wawasan dan menarik.

Pencarian Utama Kehidupan

“Orang yang selama di dunia berusaha mencari kenikmatan makrifat dan ahwal serta nikmat penglihatan (musyahadah) dan kedekatan di akhirat, maka mereka sebaik-baik pencari. Sebab tujuan

Kalam

Pelayan Al-Quran

“Aku adalah pelayan Al-Quran, selama aku masih memiliki jiwa. Aku adalah debu di jalan Muhammad, sang Nabi yang terpilih. Apabila seseorang menafsirkan kata-kataku dengan cara

Kalam

Ilham Kejujuran

“Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia akan mengilhaminya kejujuran.” — Ali bin Abi Thalib ra.

Kalam

Cinta dan Pengorbanan

“Sangatlah wajar jika orang yang bercinta selalu memberi yang lebih untuk kekasihnya. Begitulah Allah Ta’ala memberikan yang lebih kepada Rasulullah.” — KH. Ahmad Zuhdiannoor

Kalam

Usahakan Makrifat

“Hendaklah orang yang berakal segera mengusahakan makrifat dengan sungguh-sungguh dan tidak menunda-nunda, agar saat dijemput maut dia dalam keadaan makrifat, tidak menderita ketidaktahuan. Sungguh, bila

Kalam

Mengenal Sifat-Nya

“Dia memberimu sehat, sakit, kaya, miskin, gembira dan duka cita agar engkau mengenal-Nya dengan seluruh sifat-Nya.” — Sayyidi Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari (qs.)

Kalam

Mujahadah dan Musyahadah

Barangsiapa menghiasi zahirnya dengan mujahadah, maka Allah memperbaiki sisi batinnya dengan musyahadah (penyaksian). Ketahuilah bahwa seseorang yang dalam awal perjalanan hidupnya tidak pernah mengalami mujahadah,

Kalam

Allah Tidak Tergantikan

“Jika engkau kehilangan sesuatu, itu ada gantinya. Namun, jika engkau kehilangan Allah, itu tidak akan tergantikan.” — Syaikh Al-Akbar Ibnu ‘Arabi qs.

Kalam

March 30

Salam 👋

Apakah ada yang bisa kami bantu?